Publikreplika.com – Langkah inovatif Pemerintah Daerah Kampar melalui Dinas Kesehatan berkolaborasi dengan komunitas adat di bawah naungan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan LPP Baik, yang menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Strategis Nasional serta visi-misi Bupati Kampar dalam mendekatkan akses layanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas pelestari adat
Kegiatan tersebut turut mendapat apresiasi mendalam dari tokoh agama sekaligus cendekiawan Kampar, Buya H. Mardailis Dahlan, MM.
Beliau yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kampar menilai kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap umat.
“Dalam pandangan agama, menjaga kesehatan adalah bagian dari menjaga amanah Allah SWT atas tubuh kita. Kami sangat mengapresiasi sinergi ini,” ujar Buya Mardailis, Rabu (15/4/2026)
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat merupakan terobosan yang strategis.
“Integrasi program pemerintah dengan komunitas adat seperti LPP BAIK adalah langkah cerdas dan mulia. Ini menjadi bukti bahwa negara hadir di tengah kearifan lokal untuk membangun umat yang tidak hanya kuat secara batiniah, tapi juga tangguh dan sehat secara lahiriah. Umat yang sehat adalah modal utama bagi kemajuan daerah,” ucapnya.
Apresiasi mendalam juga datang dari keluarga besar Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPP) BAIK. Pengurus Yayasan yang diwakili oleh Dt. Erman, menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.
Beliau menekankan bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalankan misi pelestarian nilai-nilai luhur daerah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Kampar Dinas Kesehatan dan tim medis Puskesmas Bangkinang Kota. Upaya pemajuan budaya dan pelestarian adat istiadat Kampar membutuhkan raga yang tangguh. Tanpa kesehatan yang prima, mustahil program-program penguatan jati diri daerah ini dapat kita jalankan dengan maksimal,” ujar Dt. Erman.
Ia juga menambahkan bahwa perhatian terhadap kesehatan para pemangku adat dan komunitas pendidikan budaya ini merupakan bentuk dukungan nyata bagi keberlangsungan warisan leluhur.
“Perhatian ini sangat berarti bagi kami. Dengan kesehatan yang terjaga, para penggiat budaya dapat terus beraktivitas, berinovasi dan memastikan pembinaan budaya di Kampar tetap berjalan baik demi generasi masa depan,” tutupnya. (Advertorial)










