Menu

Mode Gelap
PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani

Kampar

Kampar Makan Hati, Jembatan Rusak Masyarakat Menjerit

badge-check


					Kampar Makan Hati, Jembatan Rusak Masyarakat Menjerit Perbesar

Publireplika.com – Dalam Rangka HUT Provinsi Riau Ke – 68 tahun dan bersempena HUT RI Ke- 80 Tahun 2025, kondisi jembatan sei Kotuo IV koto setingkai (Lubuk Agung) menuju desa sungai sarik Kec, Kampar Kiri Kabupaten Kampar, masih seperti itu saja.

Jembatan tersebut semakin hari, semakin tambah rusak parah dan sudah mulai bergoyang saat di lewati kendaraan.

“Kondisi Hal ini sudah pernah disampaikan kepada Instansi terkait yaitu Pemda Kampar tapi seakan-akan tidak mendengar dan seolah-olah tutup mata dengan kondisi yang sangat memprihatinkan Ini,” ungkap Jumadil Ihsan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Desa Sungai Sarik, Sabtu (9/08/2025)

Ia katakan dulu pernah sudah di sampaikan oleh Anggota DPRD Dapil 6 Eko Sutrisno dari Fraksi Nasdem dan juga selaku Ketua Fraksi.

Tapi yang kita lihat Bupati Ahmad Yuzar dan Wakil Bupati Kampar Misharti sesuai Taglinenya “Kampar Di Hati” hanya sebuah tagline atau slogan saja.

Karena yang kami dirasakan “Kampar Makan Hati” keluhan dari kami, terkait Infrastruktur ruas Jembatan dan jalan tidak ada sama sekali di perhatikan, seakan-akan pura-pura tidak tahu.

“Padahal sudah banyak beredar di media online dan media sosial FB serta Group WhatsApp. Terkait Infrastruktur jembatan dan jalan yang menghubungkan beberapa desa dan satu-satunya urat nadi perekonomian untuk masyarakat,” imbuh Ketua IPMDS itu.

Hal senada juga di sampaikan Basir, SH,MH selaku akademisi dan tokoh Masyarakat Desa sungai sarik, sungguh sayang beribu kali sayang. Dari tahun ke tahun sampai saat ini, tidak ada keperhatian Pemerintah daerah yaitu kabupaten Kampar. Apakah kami tidak di anggap lagi di dalam kabupaten Kampar ini????

“Seakan – akan tidak adanya Pemimpin di kabupaten Kampar ini. Yang mau membantu kami, apakah menuggu Korban dulu pemda baru mau turun tangan,” ujar Basir Tegas.

Terkadang kami iri melihat daerah perkotaan. Infrastruktur Jalan dan Jembatannya bagus dan mulus. Sedangkan di tempat kami setiap tahun hanya Masyarakat yang melakukan gotong royong. Seperti Bak Tidak ada pemimpin daerah.

Apakah Pemerintah Kabupaten Kampar Pilih Kasih, Kepada Kami Masyarakat Kampar Kiri Jalur Kuning???

“Tentu Iya, sampai saat Ini belum ada Pembangunan yang sangat signifikan di wilayah Kami.

Saya berharap dengan Momentum HUT RI Ke 80 Tahun dan HUT Provinsi Riau yang ke 68 Tahun ini. Bisa menyadarkan para Pemimpin di negeri ini Yaitu Bupati Kampar Ahmad Yuzar, Wakil Bupati Kampar Misharti. Gubernur Riau Abdul Wahid, Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto dan PUPR Kampar khususnya Instansi terkait.

“Jangan hanya acara seronomial saja, kita ingin lihat kerja nyata, bukti nyata bukan hanya omongan semata,” tandas Basir, SH,MH.

Baca Lainnya

Bupati Kampar Serahkan Bantuan Sapi Presiden RI di Masjid Al-Furqon Desa Bukit Melintang

26 Mei 2026 - 10:46 WIB

Hadiri Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Bangkinang Kelas IB, Ini Kata Bupati Ahmad Yuzar

25 Mei 2026 - 03:43 WIB

Bupati Kampar Tinjau Box Culvert Jalan Penghubung Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu

22 Mei 2026 - 03:39 WIB

Wakil Bupati Kampar Pimpin Rapat Persiapan Idul Adha dan Pawai Takbir 1447 H/2026 M

21 Mei 2026 - 12:59 WIB

Bupati Ahmad Yuzar Salurkan Bantuan Sosial Beras, Salah Satu Program Strategis Kampar Dihati Tahun Anggaran 2026

21 Mei 2026 - 02:28 WIB

Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Tapung Hilir Komisi IV DPRD Kampar Minta Pihak PT BWL Untuk Bertanggung Jawab

18 Mei 2026 - 13:32 WIB

Bupati Kampar Rakor Pengendalian Inflasi Nasional Bersama Kemendagri

18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Hadiri Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba, Ini Kata Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno

13 Mei 2026 - 13:38 WIB

Bupati Ahmad Yuzar Pimpin Rapat Persiapan Qurban 1447 H, Tekankan Distribusi Tepat Sasaran

11 Mei 2026 - 11:43 WIB

Wakil Bupati Kampar Melayat Ke Kediaman Alm Muhammad Yani HS Mantan Kepala Desa Muara Jalai

11 Mei 2026 - 11:34 WIB

Trending di Kampar