Menu

Mode Gelap
PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani

Kampar

Komisi II DPRD Kampar RDP Bersama Dikpora Terkait Insentif Guru MDTA

badge-check


					Komisi II DPRD Kampar RDP Bersama Dikpora Terkait Insentif Guru MDTA Perbesar

Publikreplika.com – Komisi II DPRD Kampar dalam rapat RDP bersama Kepala Disdikpora Kab. Kampar, Kemenag Kab. Kampar, dan Perwakilan Guru-guru MDTA Kab. Kampar, meminta dilakukan verifikasi dan validasi ulang data penerima insentif guru Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) setelah terjadi pengurangan jumlah penerima pada 2026.

Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, mengatakan jumlah penerima insentif dari APBD yang semula sekitar 3.600 guru berkurang menjadi 3.082 orang. Artinya, terdapat sekitar 518 guru yang berpotensi tidak lagi menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan.

“Pengurangan tersebut perlu ditelusuri untuk memastikan apakah disebabkan ketidaksesuaian kriteria atau persoalan pendataan. DPRD menduga belum sinkronnya data antara Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), dinas terkait, dan Kementerian Agama menjadi penyebab utama” jelasnya, Senin (04/05/2026)

Komisi II meminta pembaruan data secara menyeluruh agar bantuan tepat sasaran serta menghindari data ganda, guru tidak aktif, atau lembaga yang sudah tidak beroperasi. DPRD juga membuka peluang penambahan anggaran melalui APBD Perubahan jika ratusan guru tersebut masih aktif dan belum menerima bantuan dari sumber lain.

Selain itu, pemerintah daerah diminta mempertimbangkan sumber pembiayaan lain seperti APBN, dana desa, maupun insentif bagi guru tersertifikasi.

Sementara itu, data Kementerian Agama menunjukkan jumlah guru madrasah non-PNS di Kampar mencapai 2.992 orang, namun hanya 667 yang menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG). Masih terdapat 2.325 guru yang belum mendapatkan bantuan. Kemenag juga menyebut telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp39 miliar untuk guru agama di sekolah umum.

Ketua FKDT Kampar, Syamsul Hidayat, mengungkapkan dari 3.099 guru MDTA, hanya 2.865 yang menerima insentif pada 2025, sementara 234 guru belum pernah mendapat bantuan. Ia juga menyoroti penurunan anggaran insentif dari Rp21,348 miliar pada 2019 menjadi Rp12,960 miliar pada 2024 dan 2025. FKDT meminta kuota penerima dikembalikan ke 3.600 guru.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar menyatakan persoalan utama terletak pada ketidaksinkronan data dan keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah memberikan kuota penerima kepada Kementerian Agama sesuai kemampuan anggaran.

Disdikpora juga menemukan adanya data penerima yang tidak lagi memenuhi syarat, seperti guru yang telah menerima sertifikasi atau mengajar di lembaga yang sudah mendapatkan dana BOS, serta tercampurnya data antara MDTA, pesantren, dan madrasah.

Pemerintah daerah menegaskan verifikasi data merupakan kewenangan Kementerian Agama, sementara dinas hanya berperan dalam penganggaran. Meski demikian, koordinasi lintas sektor akan diperkuat untuk memperbaiki pendataan.

Baca Lainnya

Bupati Kampar Serahkan Bantuan Sapi Presiden RI di Masjid Al-Furqon Desa Bukit Melintang

26 Mei 2026 - 10:46 WIB

Hadiri Pisah Sambut Ketua Pengadilan Agama Bangkinang Kelas IB, Ini Kata Bupati Ahmad Yuzar

25 Mei 2026 - 03:43 WIB

Bupati Kampar Tinjau Box Culvert Jalan Penghubung Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu

22 Mei 2026 - 03:39 WIB

Wakil Bupati Kampar Pimpin Rapat Persiapan Idul Adha dan Pawai Takbir 1447 H/2026 M

21 Mei 2026 - 12:59 WIB

Bupati Ahmad Yuzar Salurkan Bantuan Sosial Beras, Salah Satu Program Strategis Kampar Dihati Tahun Anggaran 2026

21 Mei 2026 - 02:28 WIB

Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Tapung Hilir Komisi IV DPRD Kampar Minta Pihak PT BWL Untuk Bertanggung Jawab

18 Mei 2026 - 13:32 WIB

Bupati Kampar Rakor Pengendalian Inflasi Nasional Bersama Kemendagri

18 Mei 2026 - 13:15 WIB

Hadiri Apel Kesiapan Satgas Anti Narkoba, Ini Kata Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno

13 Mei 2026 - 13:38 WIB

Bupati Ahmad Yuzar Pimpin Rapat Persiapan Qurban 1447 H, Tekankan Distribusi Tepat Sasaran

11 Mei 2026 - 11:43 WIB

Wakil Bupati Kampar Melayat Ke Kediaman Alm Muhammad Yani HS Mantan Kepala Desa Muara Jalai

11 Mei 2026 - 11:34 WIB

Trending di Kampar