Menu

Mode Gelap
PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani

Pekanbaru

Silaturahmi Himpaudi Riau Dengan Institut Diniyah Putri Pekanbaru

badge-check


					Silaturahmi Himpaudi Riau Dengan Institut Diniyah Putri Pekanbaru Perbesar

Publikreplika.com – Pengurus Himpaudi Riau periode 2025-2029, yang baru dilantik tanggal 18 Februari 2025 lalu, mengunjungi kampus Institut Agama Islam ( IAI) Diniyah Putri Pekanbaru di Jalan KH Ahmad Dahlan Sukajadi Pekanbaru. Ketua Himpaudi Riau, Hj Aida Malika, S, Psi, M.Si, Psikologi, memimpin langsung kunjungan ke Institut Diniyah Putri Pekanbaru, Kamis (13/3/2025).

Disebutkan Aida, bahwa kunjungan silaturahmi ke beberapa Perguruan tinggi ini adalah salah satu program kerja Himpaudi Riau 2025-2029, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kualifikasi guru PAUD di Provinsi Riau.

Pengurus Himpaudi Riau diterima oleh Rektor Institut Agama Islam ( IAI) Diniyah Putri Pekanbaru, DR. Novi Yanti, MM, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, DR. Muhammad Hafiz, Kaprodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini ( PIAUD) Siti Aminah, MPd, dan beberapa dosen jurusan Pendidikan Anak Usia Dini IAI Diniyah Putri Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Rektor IAI Diniyah Putri Pekanbaru, DR Novi Yanti, MM, menyambut baik kedatangan pengurus Himpaudi Riau ke kampusnya. Novi berharap, silaturahmi ini akan menghasilkan sebuah MoU atau kesepakatan kerja sama yang dapat diimplementasikan kedua belah pihak dalam rangka meningkatkan kualitas dan kualifikasi guru PAUD yang ada di Provinsi Riau.

Disebutkan Novi, secara kelembagaan, lembaga pendidikan Diniyah Putri Pekanbaru telah berusia 60 tahun, tepatnya pada 1 September mendatang.Untuk pendidikan tinggi sendiri, sudah dimulai tahun 2002, dengan nama sekolah tinggi Diniyah Putri Pekanbaru, dan menjadi institut pada tahun 2022 lalu.

“Mohon doa nya institut ini menjadi universitas, ” Papar Novi Yanti.

Lanjut Novi, jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini ( PIAUD) berada di bawah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan., yang saat ini telah memiliki kurang lebih seratusan mahasiswa PIAUD.

Pihaknya telah bekerja sama dengan Punggawa Guru Madrasah Indonesia ( PGMDI), salah satunya adalah IGRA ( Ikatan Guru Raudhatul Atfal), yang setiap tahunnya ada yang berkuliah di PIAUD Diniyah Putri Pekanbaru.

Selaku rektor IAI Diniyah Putri Pekanbaru, Novi berharap bisa bekerja sama yang lebih luas dengan himpaudi Riau, yang merupakan tempat bernaungnya guru PAUD non formal yang jumlahnya ribuan di provinsi Riau ini.

Sementara itu, ketua himpaudi Riau, Hj Aida Malikha, menyebutkan bahwa masih banyak guru PAUD non formal di Riau yang belum berkualifikasi S1. Dan masih banyak juga guru PAUD non formal yang belum mengikuti pendidikan dan pelatihan ( Diklat) berjenjang, diklat dasar, menengah dan lanjutan.

Himpaudi Riau sendiri telah memiliki Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selama ini Alumni Diklat tersebut bisa mempercepat masa kuliah dengan sistem konversi mata kuliah.

“Sehingga guru PAUD yang telah memiliki sertifikat Diklat berjenjang tersebut jika melanjutkan S1 PAUD bisa lebih cepat masa kuliahnya. Ini telah berlaku di STKIP aisyiyah dimana himpaudi Riau telah bekerja sama dengan sejak beberapa tahun lalu,. Kita berharap, juga bisa dengan sistem konversi itu dengan Diniyah Putri Pekanbaru ini,” papar Aida.

Sementara itu, Fernandez, salah seorang pengurus Himpaudi Riau, menyebutkan, hendaknya kerja sama dengan Diniyah Putri ini tidak saja untuk guru PAUD yang ada di pekanbaru dan sekitarnya. Tapi juga bisa menjangkau guru PAUD di pelosok desa dan daerah pesisir seperti di Indragiri Hilir, dimana akses sulit karena geografis nya yang memakai transportasi air dengan jarak yang cukup jauh.

Sehingga membutuhkan waktu, biaya dan tenaga jika guru PAUD harus kuliah ke pekanbaru ataupun ke ibukota kabupaten. Fernandez berharap, jika mou himpaudi Riau dengan Diniyah Putri Pekanbaru bisa diimplementasikan, maka tolong juga dibuat sistem kuliah yang memudahkan guru PAUD di pelosok dengan kondisi geografis daerah yang harus ditempuh dengan modal transportasi air dengan biaya yang besar.

“Untuk guru PAUD dari desa di Guntung jika ada kegiatan di kabupaten, itu ongkos speedboat nya, sudah rp 700.000, belum lagi biaya lainnya,” tutupnya.

Baca Lainnya

Bupati Lakukan Penandatanganan Kesepakatan Layanan Jasa Perbankan Antara Pemkab Kampar dan BRI

9 April 2026 - 14:25 WIB

Kawasan Industri Ecogreen Pekanbaru Siap Tempuh Jalur Hukum

20 Januari 2026 - 00:38 WIB

Kabid Paud Taufiq Wahyudiansyah Ucapkan Terimakasih Kepada Bunda Provinsi Riau Atas Perhargaan Paud Kategori Pembinaan Kemitraan

26 September 2025 - 15:10 WIB

Dedi Irawan Bawa Nama Riau Bersinar di Ajang Pemuda Pelopor Desa

14 September 2025 - 00:01 WIB

Sempena Hut Ke-20 Himpaudi Membersamai PTK Paud, Mewujudkan Kesetaraan dan Kesejahteraan

6 September 2025 - 00:22 WIB

Berhentikan Dosen lewat WatshApp, Ada Apa Dengan Kampus UIR !

27 Agustus 2025 - 00:29 WIB

Tuntut Audit Pembangunan Kebun Oleh PTPN IV Regional III, Ratusan Massa Gelar Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Riau

2 Juli 2025 - 00:16 WIB

Formappri Nilai Klarifikasi Kepsek SMKN 1 Kunto Darussalam Soal Isu Pungli Hanya Pencitraan, Bukan Jawaban Substansi

24 Juni 2025 - 00:45 WIB

ARRM Minta Pengadilan Tinggi Riau Ambil Sikap Terkait Putusan Yang Dinilai Rugikan Petani

12 Juni 2025 - 00:07 WIB

Mahasiswa Hukum Keluarga Islam UIN Suska Riau Torehkan Prestasi di Ajang HK CUP Se-Sumatera 2025

4 Juni 2025 - 00:43 WIB

Trending di Nasional